Pic Moving

Selasa, 12 Februari 2013

Makalah Reaksi Readoks Pada Zat pemutih



11.     PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pemutih pakaian adalah bahan kimia yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Pemutih pakaian merupakan contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari.Banyak orang menggunakan pemutih pakaian, namun banyak diantara mereka yang belum mengetahui cara kerja, manfaat serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penulisan makalah ini diharapkan  mampu memberikan wawasan bagi semua orang mengenai manfaat, cara kerja serta pengaruh pemutih pakaian. Selain itu juga memberikan informasi mengenai kandungan yang terdapat dalam pemutih pakaian. Dengan demikian, pengguna diharapkan mampu menggunakan pemutih pakaian secara hati-hati menghindari penggunaan yang mengakibatkan bahaya untuk diri sendiri, orang lain bahkan lingkungan.
B.   Dasar  Teori
Reaksi redoks adalah gabungan dari reaksi reduksi-oksidasi. Reaksi ini pada mulanya diartikan sebagai raksi pengikatan dan pelepasan oksigen. Namun istilah ini mengalami perkembangan dengan makna yang lebih luas, yaitu seluruh reaksi kimia yang melibatkan transfer electron dimana terjadi perubahan bilangan oksidasi antar zat yang bereaksi. Bilangan oksidasi / tingkat oksidasi suatu atom bilangan bulat yang menunjukkan muatan yang disumbangkan oleh atom atau unsur tersebut pada ion atau molekul yang dibentuknya. Untuk membedakan dengan muatan ion, tanda (+) atau (-) pada biloks ditulis sebelum angkanya misalnya +2.[1]
22.      PERMASALAHAN
·         Apakah pengertian pemutihan pakaian ?
·         Bagaimana proses pemutihan pakaian ?
·         Apa kandungan yang terdapat pada pemutih pakaian ?
·         Apa manfaat bahan pemutih pakaian untuk hal lain ?
·         Apa pengaruh  penggunaan pemutihan pakaian ?

33.     PEMBAHASAN
A.          Pengertian Pemutihan Pakaian
Pemutihan pakain adalah proses kerja reaksi kimia dimana molekul kotoran akan di pecah pecah menjadi  bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diangkat oleh surfaktan.Peran surfaktan adalah pengangkat noda.
B.          Proses Pemutihan Pakaian 
Bleach adalah suatu senyawa yang dapat memutihkan pakaian melalui dua proses, dimana proses pertama adalah meningkatkan efektifitas kerja surfaktan dengan memperkecil ukuran molekul kotoran dengan mengoksidasinya. Sedangkan proses kedua adalah mengubah warna kotoran menjadi putih sehingga tidak tampak /terlihat oleh mata. Warna putih yang dimaksud adalah putih udara, jernih air, bukan putih susu.

Kerja pemutih ini adalah reaksi kimia dimana molekul kotoran akan di pecah pecah menjadi  bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk di angkat oleh surfaktan (tetap peran surfaktan adalah yang mengangkat noda). Selain itu, secara bersamaan juga  membuat kotoran atau noda menjadi invisible (tak terlihat).
Proses pemutih memperkecil molekul kotoran (anonim, 2010):


Figure 1         : Kondisi kotoran yang ada dalam kain. Melekat dalam kain dalam bentuk bulatan, karena merupakan molekul hidrofobik (tidak suka air)
  Figure 2
Figure 2         : Pemutih akan bereaksi dengan kotoran dimana hasil reaksi ini akan memutuskan ikatan kimia pada kotoran.
 Figure 3
Figure 3         : Akibatnya kotoran menjadi kecil – kecil terpisah pisah.

Pada system pemutihan di atas, surfaktan  langsung menyelubungi kotoran kecil –kecil. Surfaktan ini mempunyai dua kemampuan berkebalikan, yakni kemampuan mengikat kotoran tetapi juga mengikat air (sifat liphofilik -hidrofilik=ada bagian dari senyawa yang suka dengan air dan ada yang benci dengan air tapi suka dengan senyawa lipid, seperti kotoran).





Gambar di bawah ini, yang sebelah kiri merupakan proses bagaimana pemutih membuat kotoran tidak nampak di mata atau invisible (Anonim, 2010) sedangkan sebelah kanan merupakan penjelasan tentang proses bagaimana kotoran tidak nampak di mata  melalui ilmu kimia organik yakni mekanisme reaksi ( andy, 2010):
Picture 1
Picture 1                    : Semua Senyawa yang berwarna (kecuali ikatan kompleks) memiliki gugus kromophor atau ikatan rangkap terkonjugasi. Begitu pula kotoran, ternyata memiliki ikatanrangkap terkonjugasi (yang dibulat hijau). Molekul pemutih (kita misalkan HX) merupakan senyawa nukleofil atau senyawa yang kaya elektron. Bisa di bayangkan senyawa ini adalah orang kaya yang dermawan, dimana sering sekali memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. senyawa nukleofil ini akan menyerang kotoran tepat dibagian ikatan rangkap dimana merupakan titik yang miskin elektron atau sering disebut elektrofil.  Anggap elektrofil merupakan orang yang miskin dimana apabila diberi elektron oleh orang kaya akan berubah menjadi stabil).
Ø   mekanisme yang lebih rinci adalah sebagai berikut:
Picture 2
 Picture 2       : Pada saat kotoran beresonansi (istilah perpindahan ikatan rangkap dalam kimia organik), maka ujung rantai ikatan rangkap akan bermuatan positif sehingga bersifat sangat kekurangan elektron(elektrofil). Pada saat inilah molekul pemutih akan menyerang kotoran..
   Picture 3

Picture 3        : Senyawa pemutih akan merusak semua ikatan rangkap yang dimiliki oleh kotoran, sampai tidak memiliki ikatan rangkap terkonjugasi.

Dengan terputusnya ikatan ini maka senyawa kotoran menjadi dalam bentuk linier
(tidak berikatan rangkap), warna yang terbentuk akibat pola terkonjugasi pun berubah menjadi warna putih bening (maksudnya putih seperti air, seperti udara), bukan putih kain mori yang bercahaya (Jika dalam detergen bisa menyebabkan seperti bercahaya,itu disebabkan oleh suatu senyawa yang disebut optical brightess).
Inilah   pemutih yang kuat akan melunturkan warna pakaian menjadi putih kain mori, yakni karena ikatan yang terkonjugasi pada warna pakaian juga akan ikut dirusak oleh senyawa pemutih.[2]

C.           Kandungan Yang Terdapat Dalam Pemutih Pakaian
1.              Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air, dan merupakan oksidator kuat. Sifat terakhir ini dimanfaatkan manusia sebagai pemutih (bleach).2 disinfektanoksidator, dan sebagai bahan bakar roket.
2.              Bahan utama pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipoklorit / Ca(ClO)2. Secara umum bahan ini dikenal sebagai kaporit. Bahan pemutih cair adalah natrium hipoklorit / NaOCl.
3.              NaOCl.
4.              Klorin dan natrium perborat menjadikan pakaian  ternoda dapat menjadi lebih putih cemerlang.

D.          Pemanfaatan bahan pemutih pakaian untuk yang lain
v   Hidrogen peroksida (H2O2) sebagai disinfektanoksidator, dan sebagai bahan bakar roket.
v   Kalsium hipoklorit biasa dipakai untuk mencuci hama air PAM dan kolam renang.
v   NaOCl sebagai penghilang noda maupun disinfektan (sanitizer).

E.           Pengaruh Penggunaan Pemutih Pakaian
Pengaruh Positif       :
Ø   Menjadikan pakaian putih cemerlang
Ø   Menghilangkan noda-noda yang membekas
Pengaruh negatif       :
Ø   Pencampuran pemutih dengan ammonia menghasilkan gas beracun seperti kloramin (NH2Cl) dan hidrazin(N2H4)
Ø   Menjadikan warna cepat pudar
Ø   Klorin dengan kadar tinggi dapat merusak pakaian
Ø   Pemutih Hipoklorit tidak baik untuk  bahan poliester, sebab lebih memberikesan kuning daripada memutihkan
4.            KESIMPULAN
Pemutihan pakaian adalah proses kerja reaksi kimia dimana molekul kotoran akan di pecah pecah menjadi  bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk di angkat oleh surfaktan (tetap peran surfaktan adalah yang mengangkat noda). Sehingga  secara bersamaan juga  membuat kotoran atau noda menjadi invisible (tak terlihat).Pemutihan pakaian menggunakan pemutih pakaian yang bentuknya cair/serbuk. Bahan aktif  yang terdapat dalam larutan pemutih pakaian antara lain senyawa hipoklorit serta senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 %. Sedangkan serbuk pemutih mengandung  senyawa kalsium hipoklorit / Ca(ClO).
Pemutih pakaian menjadikan pakaian ta mpah putih dan bersih. Namun pemutih pakaian juga memberikan pengaruh seperti pakaian cepat rusak, pemakaian lama menimbulkan pakaian tampak kusam dan kekuningan. Untuk menghindari hal tersebut pemakaian pemutih pakaian harus proporsional dan sesuai petunjuk penggunaan.
5.      PENUTUP
Demikianlah makalah tentang pemutihan pakaian. Semoga dengan makalah ini, bisa memberikan manfaat bagi penulis serta pembaca. Sehingga penulis ataupun pembaca bisa mendapatkan wawasan-wawasan menarik dari makalah ini.
Penulis mohon maaf atas segala kesalahan, baik dalam penulisan atau yang lain. Kritik dan saran senantiasa kami tunggu untuk perbaikan.
Sekian dan terima kasih.


[1] Sukardjo,Chemistry Bringing Science to your life,(Jakarta,Bailmu,2011,),hlm:137,138


1.    

1 komentar:

Erna Malia mengatakan...

hey fi..dpet slam dr aku sm mir,, kuangeeen !!!!